Showing posts with label mengejutkan. Show all posts
Showing posts with label mengejutkan. Show all posts

Wednesday, August 17, 2016

8 Cara Mengejutkan untuk Turunkan Kadar Hormon Stres

8 Cara Mengejutkan untuk Turunkan Kadar Hormon Stres


Jakarta, Ketika mengalami stres, tubuh menghasilkan hormon yang disebut kortisol. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal. Fungsinya membantu mengatur tekanan darah dan sistem kekebalan tubuh selama datangnya krisis, baik krisis fisik ataupun emosional. Kortisol baik untuk membentuk cadangan energi dan meningkatkan kemampuan tubuh melawan infeksi.

Masalahnya, stres yang tak kenal lelah juga dapat membuat tubuh waspada dan membuat manfaatnya berubah merugikan. Kadar kortisol yang tinggi dapat menyebabkan gangguan tidur, menekan sistem kekebalan, menyebabkan kenaikan gula darah, dan kenaikan berat badan.

"Ketika terjadi lonjakan kortisol, hormon ini memberitahu tubuh untuk makan banyak kalori, taktik bertahan hidup yang membutuhkan energi besar untuk melarikan diri predator. Namun taktik ini tidak efektif jika mencemaskan banyaknya tagihan yang harus dibayar," kata Shawn Talbott, PhD, ahli biokimia gizi sekaligus penulis buku The Cortisol Connection.

Untungnya, tubuh telah berevolusi untuk menangkal lonjakan ini, yaitu dengan melakukan relaksasi. Seperti dilansir prevention.com, Selasa (28/2/2012), berikut adalah delapan cara yang mengejutkan untuk memangkas kadar kortisol hampir separuh.

1. Meditasi = Mengurangi Kortisol 20 persen
Dalam sebuah peneltiian di Thailand, orang yang berlatih meditasi secara signifikan mengalami penurunan kortisol dan tekanan darah dalam waktu 6 minggu. Demikian pula orang yang bermeditasi setiap hari selama 4 bulan mengalami penurunan kortisol rata-rata sebesar 20 persen, menurut sebuah penelitian di Maharishi University.

2. Mendengarkan Musik = Mengurangi Kortisol 66 persen
Musik dapat memiliki efek menenangkan otak, terutama saat sedang menghadapi pemicu stres. Ketika seorang dokter di Osaka Medical Center, Jepang, memainkan lagu untuk sekelompok pasien yang menjalani kolonoskopi, tingkat kortisol pasien naik lebih sedikit dibandingkan pasien lain yang menjalani prosedur sama di ruangan yang tenang.

Mencegah lonjakan kortisol dalam situasi pemicu stres lainnya dapat dilakukan dengan mengalunkan musik instrumental. Dan jika ingin lebih cepat tertidur, dengarkanlah musik yang menenangkan, jangan menonton TV.

3. Tidur lebih awal atau tidur siang = Mengurangi Kortisol 50 persen
"Apa perbedaan antara tidur selama 6 jam dengan 8 jam seperti yang direkomendasikan? Kenaikan Lima puluh persen kortisol lebih dalam aliran darah," kata Talbott.

Ketika sekelompok pilot tidur 6 jam atau kurang selama 7 malam saat bertugas, tingkat kortisolnya meningkat secara signifikan dan tetap meningkat selama 2 hari, demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan Jerman Institute for Aerospace Medicine. Tidur 8 jam direkomendasikan karena memberikan tubuh waktu untuk memulihkan diri dari stres seharian.

Jika tidak dapat memenuhi 8 jam tidur, pastikan dapat tidur siang pada hari berikutnya. Peneliti dari Pennsylvania State University menemukan bahwa tidur siang dapat mengurangi kortisol yang diakibatkan kurang tidur pada malam sebelumnya.

4. Minum teh hitam = Mengurangi Kortisol 47 persen
Teh hitam terbukti ampuh meredakan lonjakan kortisol. Ketika relawan di University College London diberi tugas yang memicu stres, kadar kortisol orang yang biasa minum teh hitam turun sebesar 47 persen dalam satu jam setelah menyelesaikan tugas. Sedangkan peserta lain yang minum teh palsu hanya mengalami penurunan 27 persen. Sang peneliti, Andrew Steptoe, PhD, menduga bahwa bahan kimia alami seperti polifenol dan flavonoid berperan penting atas efek menenangkan ini.

5. Bergaul dengan teman yang lucu = Mengurangi Kortisol 39 persen
Sahabat yang selalu dapat membuat tertawa tak hanya dapat mengalihkan perhatian dari masalah, tapi kehadirannya dapat membantu meredam stres. Tertawa saja sudah cukup untuk mengurangi kortisol hampir setengahnya, menurut para peneliti di Loma Linda University. Jika teman-teman sudah pada sibuk dengan urusannya masing-masing, menonton acara komedi juga dapat membantu.

6. Pijat = Mengurangi Kortisol 31 persen
Pijatan lembut dapat memangkas tingkat stres. Setelah beberapa minggu terapi pijat, rata-rata kadar kortisol akan menurun sebesar hampir sepertiga, menurut penelitian di University of Miami School of Medicine. Selain menjaga kadar kortisol, pijat juga dapat mengurangi stres dengan meningkatkan produksi dopamin dan serotonin, hormon yang dilepaskan ketika bersosialisasi dengan teman atau melakukan sesuatu yang menyenangkan.

7. Beribadah = Mengurangi Kortisol 25 persen
Menurut penelitian dari Universitas Mississippi, ritual keagamaan membentengi banyak orang dari tekanan sehari-hari, dan juga dapat menurunkan kadar kortisol. Subyek penelitian yang rajin ke gereja memiliki kadar hormon stres lebih rendah daripada yang tidak menghadiri ibadah sama sekali. Jika ritual tidak cukup menarik, cobalah mengembangkan sisi spiritual dengan berjalan-jalan di alam, hutan, pantai, atau menjadi relawan dalam kegiatan sosial.

8. Kunyah permen karet = Mengurangi Kortisol 12-16 persen
Mengunyah permen karet dapat meredakan ketegangan, demikian saran dari peneliti di Northumbria University di Inggris. Ketika menghadapi tekanan, pengunyah permen karet memiliki kadar kortisol 12 persen lebih rendah dibandingkan yang tidak mengunyah permen. Pengunyah permen karet ditemukan memiliki kewaspadaan lebih besar dibandingkan yang tidak mengunyah permen. Diduga, mengunyah permen karet meningkatkan aliran darah dan aktivitas saraf pada salah satu bagian otak.


sumber


Go to link download

Saturday, August 13, 2016

5 Alasan Kesehatan Paling Mengejutkan untuk Minum Kopi

5 Alasan Kesehatan Paling Mengejutkan untuk Minum Kopi


Meskipun kafein dapat menyebabkan kecemasan dan insomnia pada beberapa orang, namun kopi memiliki sifat unik seperti mengandung antioksidan yang lebih kuat daripada sumber lain dalam diet sehari-hari. Menurut sebagian peneliti, manfaat kopi yang diminum dengan sedikit gula jauh lebih besar daripada negatifnya.

"Biji kopi adalah salah satu tanaman yang paling sulit untuk disemprot dengan bahan kimia, sehingga biasanya kopi bebas dari bahan kimia," kata Beth Reardon, seorang direktur di Nutrition for Duke Integrative Medicine.

Berikut adalah 5 alasan paling mengejutkan untuk meminum kopi seperti dikutip Caring, Selasa (21/2/2012) antara lain:

1. Kopi dapat menurunkan risiko terkena diabetes tipe 2

Banyak hasil penelitian yang telah menunjukkan bahwa, bagi peminum kopi tanpa gula, semakin sedikit kemungkinan akan mengembangkan diabetes tipe 2. Menurut sebuah hasil penelitian, wanita menopause yang minum setidaknya 4 cangkir kopi sehari memiliki risiko kurang dari setengah untuk mengembangkan diabetes tipe 2.

Bahkan, setiap cangkir tambahan diperkirakan mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 7 persen. Penelitian tersebut telah dilakukan oleh peneliti Australia di tahun 2009 dan telah diterbitkan dalam Archives of Internal Medicine. Kopi diduga meningkatkan toleransi tubuh terhadap glukosa dengan mempercepat metabolisme dan meningkatkan toleransi insulin.

Konsumsi kopi meningkatkan kadar protein yang disebut hormon seks pengikat globulin (SHBG), yang tampaknya menawarkan perlindungan terhadap diabetes tipe 2 pada orang yang memiliki jenis tertentu dari mutasi genetik.

2. Kopi dapat melawan sel kanker

Telah ada bukti bahwa kopi dapat melindungi terhadap kanker tertentu, mungkin dengan meningkatkan perbaikan DNA. Beberapa studi telah menemukan hubungan terbalik antara konsumsi kopi dan risiko kanker hati.

Peneliti menemukan manfaat yang sama dari minum kopi dibandingkan bentuk lain dalam pencegahan kanker. Pada tahun 2011, tim Harvard menemukan bahwa perempuan yang minum beberapa cangkir kopi sehari memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium.

Studi lain pada tahun 2011 di Harvard melaporkan bahwa, untuk pria yang mengkonsumsi 6 cangkir kopi sehari, risiko kanker prostat mematikan sepenuhnya 60 persen lebih rendah, dan risiko dari setiap jenis kanker prostat adalah 20 persen lebih rendah.

Penelitian lain telah mengaitkan minum kopi dengan penurunan risiko kanker usus besar, kanker dubur, kanker mulut dan kanker kerongkongan. Kopi mengandung ratusan senyawa kimia, diantaranya senyawa antioksidan dan antiinflamasi yang dapat menurunkan penanda untuk proses kerusakan peradangan.

Senyawa antioksidan yang sangat aktif, misalnya methylpyridinium, ditemukan hampir secara eksklusif dalam kopi, karena proses pemanggangan biji kopi. Espresso memiliki 2-3 kali jumlah senyawa antikanker.

3. Kopi dapat menurunkan risiko demensia (pikun)

Para ilmuwan masih belum sepenuhnya memahami apa yang menyebabkan perubahan otak yang terkait dengan penyakit Alzheimer. Tetapi para ilmuwan belajar lebih banyak tentang faktor risiko demensia dan kebiasaan minum kopi hangat tampaknya dapat menurunkan risiko.

Orang yang mengonsumsi 3-5 cangkir kopi sehari 65 persen lebih rendah untuk mengembangkan demensia. Para peneliti percaya sifat antioksidan dari kopi dapat bekerja untuk mengurangi bentuk demensia vaskular. Minum kopi sudah dikenal melindungi terhadap diabetes tipe 2, penyakit kronis yang meningkatkan risiko demensia.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa kafein dalam kopi dapat meningkatkan efisiensi penghalang darah otak, menggagalkan efek negatif dari kolesterol tinggi pada fungsi kognitif. Ada juga kemungkinan bahwa peminum kopi hanya memiliki lebih banyak energi dan bergerak lebih. Peneliti menunjukkan bahwa olahraga juga merupakan pelindung terhadap demensia.

4. Kopi melindungi dari penyakit Parkinson

Setidaknya untuk pria, tampaknya cukup jelas bahwa kopi membantu menurunkan kemungkinan berkembangnya penyakit Parkinson. Dibandingkan dengan abstain, orang-orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir kopi berkafein sehari memiliki risiko 25 persen lebih rendah dari Parkinson.

Para peneliti tidak yakin mengenai mekanisme pelindung tersebut, atau bahkan apakah senyawa kafein cukup bermanfaat sebagai pelindung. Faktor genetika mungkin juga memainkan peran. Sebuah hasil studi menemukan bahwa, subyek yang melakukan beberapa jenis gen yang disebut GRIN2A menerima manfaat dari kopi pada saraf yang melawan Parkinson.

5. Kopi dapat menurunkan risiko depresi

Menurut sebuah hasil studi dengan mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko depresi. Para peneliti dari Harvard School of Public Health melaporkan bahwa, orang yang minum 4 cangkir kopi atau lebih per hari memiliki risiko 20 persen lebih rendah mengalami depresi. Orang yang mengonsumsi 2-3 cangkir sehari memiliki risiko sekitar 15 persen lebih rendah.

Ada juga beberapa bukti bahwa kopi melindungi terhadap depresi pada pria. Minum kopi dapat menyebabkan peningkatan jangka pendek untuk energi dan suasana hati. Kafein dalam kopi mungkin adalah zat yang menyebabkan efek tersebut. Para peneliti Harvard melihat penurunan serupa dalam depresi di antara orang yang minum minuman ringan berkafein.

Reseptor otak yang bereaksi terhadap kafein ditemukan di basal ganglia. Basal ganglia merupakan bagian otak dimana neurotransmitter penting untuk depresi terkonsentrasi. Stimulasi reseptor secara berulang dapat membantu melindungi terhadap perkembangan depresi.

sumber


Go to link download