Showing posts with label makalah. Show all posts
Showing posts with label makalah. Show all posts

Monday, August 22, 2016

Makalah Sholat jama’ah

Makalah Sholat jama’ah


Makalah Sholat jama’ah




BAB 1
PENDAHULUAN

                Bismillahirrohmanirrohim.
“Sholat jama’ah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendiri” demikian dikatakan dalam sebuah hadist dengan sanad yang shoheh.
Keterangan tersebut mengandung pengertian bahwasannya sholat berjama’ah memang sangat dianjurkan dalam malaksanakan sholat terutama sholat fardhu. Dengan perbandingan dua puluh derajat setidaknya jam’ah mempunyai prioritas yang lebih dalam menajalankan sholat jama’ah. Jama’ah yang berarti bersama sama mengandung pengertian bahwa Alloh memberikan suatu janji tersendiri manakala sholat mereka dilakukan secara bersama sama. Dalam artian lebih dari satu orang atau tidak munfarid.
Dalam makalah ini, selanjutnya akan dibahas kurang lebih seputar pengertian sholat jama’ah, kaiiyah kaifiyah dalam sholat berjama’ah dan lain lain. Agar sebagaimana kita maklumi kadang hal hal yang bersifat ibadah justru mendapat porsi yang kurang bagi kita semua untuk sekedar mewacanakan dan mengorek dari hal hal yang bersifat penting.

Selanjutnya makalah ini merupakan rangkaian kesinambungan dari makalah makalah terdahulu yang telah kami bahas, diantara adalah waktu pelaksanaan sholat dan sholat khusyu’.  Kurang lebih, penempatan poin poin bab ini mempunyai tujuan tersendiri apalagi jika kita melihat bahwasannya pembahasan seputar sholat sangatlah penting.
Untuk itu, semoga makalah yang tengah berada di tangan anda sekarang ini dapat membawa manfaat bagi kita semua. Amin ya robbal ‘alamin.



BAB II
PEMBAHASAN SHALAT JAMAAH

Salat berjamaah merujuk pada aktivitas shalat yang dilakukan secara bersama-sama. Salat ini dilakukan oleh minimal dua orang dengan salah seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang lainnya menjadi makmum.[1]
1.      Keutamaan
????? ?????? ???????? ???? ?????? -?????? ???????? ?????????-; ????? ??????? ???????? ??? ???? ???? ???? ?????: ( ??????? ????????????? ???????? ???? ??????? ????????? ???????? ??????????? ???????? )  ????????? ???????
Artinya:
Dari Abdullah Ibnu Umar Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sholat berjamaah itu lebih utama dua puluh tujuh derajat daripada sholat sendirian." Muttafaq Alaih.
??????? ??????? ???? ?????? ??? ???? ??? ?????: ????? ??????? ???????? ??? ???? ???? ???? ( ??????? ?????????? ???? ?????????? ??????? ???? ????????? ????????, ??????????? ???? ?????????????? ??????? ???? ????????? ???? ??????????, ????? ????? ???????? ?????? ??????? ????? ???????? ?????? )  ??????? ????? ???????, ???????????????, ??????????? ?????? ???????
Artinya:
Dari Ubay Ibnu Kaab RA bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Sholat seorang bersama seorang lebih baik daripada sholatnya sendirian, sholat seorang bersama dua orang lebih baik daripada sholatnya bersama seorang, dan jika lebih banyak lebih disukai oleh Allah Azza wa Jalla." Riwayat Abu Dawud dan Nasai. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.

Selanjutnya pembahasan sholat jama’ah ini juga tidak ketinggalan dalam menentukan criteria criteria dalam penentuan imam dan sebagainya.

2.      Kriteria Imam
Kriteria pemilihan Imam salat tergambar dalam hadits Nabi Muhammad SAW. yang diriwayatkan oleh Abu Masud Al-Badri:
??????? ????? ????????? ??? ???? ??? ?????: ????? ??????? ???????? ??? ???? ???? ???? ( ??????? ?????????? ???????????? ????????? ????????, ?????? ??????? ??? ????????????? ??????? ?????????????? ????????????, ?????? ??????? ??? ??????????? ??????? ?????????????? ????????, ?????? ??????? ??? ???????????? ??????? ?????????????? ??????? -????? ?????????: ??????- ????? ?????????? ?????????? ?????????? ??? ???????????, ????? ???????? ??? ???????? ????? ???????????? ?????? ??????????". )  ??????? ??????? ?
Artinya:
Dari Ibnu Masud Ra bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Yang mengimami kaum adalah orang yang paling pandai membaca al-Quran di antara mereka. Jika dalam bacaan mereka sama, maka yang paling banyak mengetahui tentang Sunnah di antara mereka. Jika dalam Sunnah mereka sama, maka yang paling dahulu berhijrah di antara mereka. Jika dalam hijrah mereka sama, maka y

Go to link download

Sunday, August 21, 2016

Makalah Perkembangan Islam Pada Masa Kerajaan Syafawiyah Di Persia

Makalah Perkembangan Islam Pada Masa Kerajaan Syafawiyah Di Persia


Makalah Perkembangan Islam Pada Masa Kerajaan Syafawiyah Di Persia





BAB 1
PENDAHULUAN
Mempelajari sejarah perkembangan islam tak bisa dilepaskan dari peran beberapa kerajaan islam. mulai dari masa awal islam berdiri. Meski saat itu tidak berupa kerajaan (Monarkhi ), masa Khulafa’ arrosidin islam adalah Negara besar yang berpusat di madinah.
Kemudian Masa Dinasti Bani Umayah dilanjutkan oleh dinasti Abbasyiyah sampai kemunculan kerajaan Turki Usmanni (Ottoman ) di Turki, Kerajaan Syafawi di Persia dan Mughal di India.
Dalam pembahasan makalah ini, kami akan mengkaji perkembangan islam pada masa kerajaan Syafawiyah di Persia ( Iran saat ini ) mulai sejarah berdirinya dan perkembangan politik masa itu, kemajuan yang dicapai dan sebab kemundurannya. Lahirnya Dinasti Syafawi adalah kebangkitan kembali kejayaan islam ketika islam sebelumnya pernah mengalami  masa kecemerlangan[1]. Yaitu masa sebelum serbuan bangsa mongol.


             Blitar, 12 Maret 2011                                   
                                                                                                                    Penyusun





BAB II
PEMBAHASAN
A.      Latar belakang terbentuknya kerajaan Syafawi .

Nama Syafawi menurut Sayid Amir Ali berasal dari kata Shafi, suatu gelar bagi nenek moyang raja raja Syafawi yakni Syafi Al Din Ishak Al Ardabil, pendiri dan pemimpin tharekat Syafawiyah[2].
Pada mulanya Syafawi adalah sebuah kelompok Tharekat yang muncul di kota Ardabil, sebuah kota di Negara Azerbaijan, kawasan Asia Tengah sekarang. Tharekat ini memiliki nama yang sama dengan pendirinya yaitu Syafi’ Al Din yang hidup antara 1252 – 1334 M.
Syafi’ Al Din masih memiliki garis keturunan dengan Musa Al Kadzim ( Imam Syiah Keenam ) ketika usianya 25 Tahun ia berguru pada Tajuddin Ibrahim Zahidi yang dikenal dengan julukan Zahid Al – Ghilani. Meski berasal dari kalangan berada Shafi’ Al – Din lebih memilih kehidupan sufi sebagai jalan hidupnya.
            Karena pentasnya dalam kehidupan tasawuf Shafi’ Al Din diambil menantu oleh gurunya tersebut. Tarekat Syafawiyah didirikan oleh Shafi Al Din pada tahun 1301 M. Yaitu saat dia menggantikan mertua sekaligus gurunya Tajuddin yang wafat tahun 1301 M.
            Pada mulanya gerakan Taswuf Syafawiyah bertujuan memerangi orang orang yang ingkar, golongan ahli ahli bid’ah. Tarekat ini berkembang pesat seteah ia mengubah bentuk dari pengajian tasawuf murni menjadi gerakan keagamaan yang berpengaruh besar di Persia, Syiria dan Anatolia. Di luar negeri Ardabil Safi’ Al Din menempatkan seorang wakil wakil yang bergelar “khalifah[3]”.
Lama kelamaan murid murid thariqot ini berubah menjadi tentara yang teratur, fanatik dalam kepercayaannya dan menentang setiap orang yang tidak mengikuti fahamnya. Kian lama mereka kian mengatur kekuasaan dan disiplin, sehingga menimbulkan kecurigaan pada pihak kerajaan yang berkuasa.  Melihat bahaya ini pada tahun 1360 M, pemimpinnya Syeikh Sadrudin bin Syeikh Safiyudin ditangkap dan dipenjara atas perintah Gebernur negeri Azerbeijan. Setelah itu yang menggantikannya ialah putranya Syeikh Junaid, tetapi dalam hal ini pamannya Ja’far, sehingga. Terpaksalah Syeikh Junaid Menyembunyikan diri di Diyarbakr sampai disana dia dapat mengumpulkan dan memperkuat pengikutnya yang kian lama kian banyak. Dia tinggal di Istana Uzun Hasan, yang ketika itu menguasai sebagian besar Persia. Ia juga berhasil mempersunting salah seorang saudara perempuan Uzun Hasan.
Pada tahun 1459 M, Juneid mencoba merebut Ardabil tetapi gagal. Tahun 1460 M, ia mencoba merebut Sireassia tetapi pasukan yang dipimpinnya dihadang oleh tentara Sirwan. Dan ia pun terbunuh dalam peperangan tersebut.
Pada saat itu, istrinya melahirkan seorang putra yang diberi nama Haidar. Dia diasuh dan didik oleh ibunya dan Ouzun Hasan sampai dewasa dan sanggup memegang kembali pemerintahan pusaka ayah dan nenek moyangnya itu. Kepemimpinan Syafawi baru diserahkan secara resmi pada tahun 1470 M. Hubungan Haidar dengan Uzun Hasan semakin erat setelah Haidar meminang salah satu cucunya. Dari perkawinan itu lahirlah Isma’il pada tanggal 17 Juli 1487 M. Ismail inilah yang dipandang sebagai pendiri yang pertama dari kerajaan Safawiyah.
Tahun 1476 M. A-K Koyunlu ( Domba putih ) menang atas Kara Konyulu (Domba hitam), membuat gerakan Safawi yang dipimpin oleh Haidar dipandang sebagai rival politik oleh A – K Koyunlu dalam meraih kekuasaan selanjutnya. Akan tetapi, Ak Koyunlu berusaha melenyapkan kekuatan  militer dan kekuasan Dinasti Safawi. Karena itu, Safawi menyerang wilayah Sircassia dan pasukan Sirwan. Ak Koyunlu mengirimkan bantuan militer kepada Sirwan, sehingga pasukan Haidar kalah dan Haidar pun terbunuh dalam perang itu.
            Dia wafat meninggalkan 3 orang putera. Pertama Ali, yang tewas pada satu peperangan. Kedua Ismail dan ketiga Ibrahim. Karena takut dianiyaya oleh musuh musuh ayahnya, beberapa lamanya Ismail dan Ibrahim di sembunyikan oleh pengikutnya.
Sebelum Ali meninggal dia sempat mengangkat adik bungsunya, Ismail bin Haidar yang waktu itu masih berumur tujuh tahun untuk menjadi pemimpin gerakan Syafawi.
            Meskipun ayahnya dulu belum mampu mewujudkan cita cita gerakan Syafawi, namun ia sempat memberikan atribut kepada pendukungnya yakni berupa serban merah yang berumbai dua belas, sehingga mereka terkenal dengan sebutan kepala merah atau Qizilbas. Umbai dua belas menunjukkan Syi’ah Immamiah dua belas yang menjadi panutannya[4].
            Saat Ismail memangku gerakan Syafawi, dia baru berusia tujuh tahun. Selam lima tahun, Ismail beserta pasukannya bermarkas di Gilan untuk mempersiapkan kekuatan dan mengadakan hubungan dengan para pangikutnya di wilayah Azerbaeijan, Syiria dan Anatolia.
            Tahun 1500 M dia pergi ke Kiswin karena disana berkumpul para pengikutnya yang kian lama kian banyak, terutama dari bangsa turki, sehingga dia dapat menaklumkan jihad terhadap orang Kristen Georgia.
Di bawah pimpinan Ismail, pada tahun 1501 M pasukan Qizilbash, menyerang dan mengalahkan Ak – Koyunlu di Sharur, dekat Naikhchivan

Go to link download

Saturday, August 20, 2016

Makalah Bimbingan dan Konseling

Makalah Bimbingan dan Konseling




Makalah Bimbingan dan Konseling


BAB I
PEMBAHASAN
Pengertian Bimbingan
-          Menurut Croe and Crow
Bimbingan merupakan bantuan yang diberikan oleh seseorang baik pria maupun wanita yang memiliki pendidikan yang memadai kepada individu dari setiap manusia untuk menolongnya mengemudikan kegiatan-kegiatan lainnya sendiri, mengembangkan arah pandangnya sendiri, membuat pilihannya sendiri, dan memikul bebannya sendiri

-          Menurut stop
Bimbingan merupakan proses yang terus menerus dalam membantu perkembangan individu untuk mencapai kemampuannya secara maksimal dalam mengharapkan manfaat yang sebesar-bearnya baik bagi dirinya maupun masyarakatnya.

-          Menurut wineshel
Bimbingan merupakan pemberian bantuan kepada orang tua/sekelompok orang dalam membuat pilihan-pilihan secara bijaksana dan mengadakan penyesuaian diri terhadap tuntutan hidup.

Untuk Makalah lengkapnya, silahkan download ling di bawah ini.
Tenang saja, GRATIS dan Mudah.

DOWNLOAD

Posted :  02 Desember 2013
By        : Pakdhe Keong
 


Go to link download

Thursday, August 11, 2016